BMW – The Perfectionist

bmw_logo2Sejarahnya yang panjang, bikin bulu kuduk berdiri. Bagaimana tidak, dimulai sebagai pabrikan mesin pesawat tempur untuk Perang Dunia I, kebayang dong pinter2nya para tukang insinyur BMW, yang karena kalah perang (dan dilarang membuat pesawat) serta krisis ekonomi yang melanda Jerman, mereka ditugaskan membuat kendaraan yang kuat dan berteknologi tinggi tapi bisa dibeli masyarakat dengan harga murah. Bahkan, tidak main-main, desainnya harus bisa menaklukan hutan belantara, ladang salju, hingga melibas lintasan balap motor sekaligus. Beuuuuh!!

BMW, yang dalam bahasa Jermannya Bayerische Motoren Werke AG (English: Bavarian Motor Works), akhirnya berhasil membuat motor pertamanya, di tahun 1923 dengan mesin khasnya flat-twin boxer, yang diberi nama R32. Tidak seperti motor pada umumnya yang menggunakan chain drive (rantai), BMW mengusung sistem shaft drive/cardan, dalam lidah Indonesia disebut gardan, dan terus bertahan dengan sistem ini hingga F650, 1994. Seri selanjutnya, F800, tahun 2006 merupakan motor yang “berbeda” dari tradisi BMW.

R25/2

R25/2

Menurut Iyan Tjandradinata dari BMW Club Bandung, motor ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1950-an. Ribuan motor BMW masuk ke Indonesia dengan dua cara. Pertama lewat jalur pemerintah, hanya peruntukan perwira tentara. Jalur kedua melalui swasta dengan membangun tempat pameran dan pemesanan, yang di Bandung ada 2 tempat yaitu NV Spemotri, yang saat ini menjadi Bank Niaga di Dago dan CV Dennbarr yang berada di Simpang Lima Bandung. Seri/tipe terbanyak masuk ke Indonesia adalah type satu silinder 249 cc, yaitu R-25 (terdiri dari 3 seri, R25, R25/2 lebih dikenal dengan nama kwaci, dan R25/3), R26, dan R/27.

”Dahulu, BMW menjadi semacam kendaraan resmi sebagai pengiring atau pembuka jalan bagi acara kenegaraan. Salah satunya ketika mengawal masuknya bendera merah putih ke Bandung tanggal 28 September 1961″, kenang pemilik BMW varian R-51/2, 500 cc ini.

BMW dan NAZI

Selama PD-2, BMW bersinergi dengan kecanggihan Zündapp KS750 yang begitu hebat di medan berat, seperti saat perang di Afrika Utara. BMW R75, sebuah kendaraan taktis tempur militer, lengkap dengan sespannya yang juga berfungsi sebagai pengerak selayaknya motor roda 3. Inilah transportasi motor militer segala medan, on/offroad, yang tidak cepat panas seperti V-engine serta tidak mudah macet karena rantai tertutup debu/pasir. BMW R75 dan Zündapp KS 750, mungkin inilah motor perang terbaik yang pernah ada.

R75-courtesy-of-bruce-preston

R75-courtesy-of-bruce-preston

Karena alasan yang hampir sama, US Army meminta Harley-Davidson, Indian, Delco, and Crossley, pabrikan suplier motor perang mereka, untuk membuat motor sejenis side-valve BMW R71. Harley bahkan benar-benar membuat tiruan mesin dan transmisinya, semudah mengkonversikan ukuran meter ke ukuran inchi, dan terwujudlah Harley-Davidson XA, shaft-drive, 750 cc, 1942. Dan Uni Sovyet, medan perang di timur Jerman pun tak mau kalh untuk “mencontek” BMW R71, dan jadilah M72 buatan IMZ-Ural.

Beberapa type motor perang yang digunakan Nazi selama Perang Dunia ke-2:BMW R-35, BMW R-12, BMW R-71 with Sidecar, BMW R-75 with Sidecar, Zündapp KS 750, NSU Kettenkrad, serta DKW NZ350/1 dan RT 125 (1943)

MASA DAMAI

Inilah hebatnya BMW. Setelah pabriknya hancur-hancuran akibat perang ditambah sebagian besar insiyurnya diambil Uni Sovyet/USSR (sekarang Fed. Russia) dan Amerika sebagai pampasan perang untuk kembali membuat mesin pesawat terbang!!! Tapi BMW tetep bangkit, bro! Dibangun lagi dari puing-puing sisa peperangan, tanpa ada blueprint apa pun, para insinyur yang tersisa meng-copy paste motor yang ada.

R24 - Photo © by Jeff Dean.

R24 - Photo © by Jeff Dean.

Dan lahirlah motor BMW pertama di Jerman Barat, BMW R 24, 250cc di tahun 1948. Dibuat berdasarkan BMW R 23 (sisa sebelum perang), dan satu-satunya BMW setelah perang dunia ke-2 yang tanpa shockbreaker belakang!!! Sebanyak 9,200 unit diproduksi tahun 1949 dan GILA!! setahun kemudian permintaan meningkat. BMW R24 terjual sebanyak 17,000 unit di tahun 1950.

Sejarah terus berjalan, seiring dengan performa mesin BMW yang semakin hari semakin lebih baik… dan sempurna!

source: classic-motorcycle.org, achtungpanzer.com, wikipedia, wehrmachtsgespann.de, bmbikes.co.uk,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: