Archive for October, 2009

Catatan Sepak Bola – Bila MU bertemu Liverpool

Posted in jurnal on 27/10/2009 by adhythya

Copy-paste dari: LY Arifin – detiksport.

London – Suatu saat sekitar bulan November 1959 Bill Shankly yang menjadi pelatih di Huddersfield didatangi dua petinggi dari Liverpool. Terjadi percakapan yang cuplikannya kira-kira seperti ini:

“Tidakkah Anda berminat menjadi pelatih di klub terbaik Inggris?” tanya salah satu dari kedua petinggi Liverpool itu.

“Mengapa? Apakah Matt Busby mengundurkan diri?’” Shankly balas bertanya.

Kita tahu apa yang ada di benak Shankly, karena Matt Busby sedang berproses menjadi pelatih legendaris Manchester United dan klub itu sedang merajai dunia persepakbolaan Inggris. Sedangkan Liverpool saat itu sudah cukup bergembira duduk di papan tengah divisi dua versi lama Liga Inggris.

Ini sekadar ilustrasi bahwa sebenarnya persaingan paling sengit di antara kedua tim tersebut belumlah terlalu lama. Kalau dihitung sejak Shankly memegang Liverpool tahun 1959, maka persaingan sengit MU dan Liverpool baru berlangsung 50 tahun. Jauh lebih muda dari persaingan sengit antara Liverpool dan Everton yang sudah ada sejak 50 tahun sebelumnya, atau Manchester United dan Manchester City, atau Arsenal dan Tottenham sejak tahun 1930-an, serta Chelsea dan Fulham ataupun Burnley dan Blackburn.

Shankly mengagumi pemain-pemain MU maupun klub itu, tetapi pada saat bersamaan mempunyai tekad membara untuk menggoyang hirarki persepakbolaan Inggris. Membawa Liverpool kembali ke puncak persepakbolaan Inggris. Dialah yang sesungguhnya memantik persaingan sengit antara kedua klub raksasa Inggris ini.

Shankly yang prestasinya biasa-biasa saja sebelum memegang Liverpool, hanya dalam waktu lima tahun membawa Liverpool dari klub papan tengah divisi dua menjadi juara divisi satu menyingkirkan MU maupun — yang lebih penting lagi sebenarnya — musuh bebuyutan satu kota sekaligus juara bertahan, Everton. Dua tahun kemudian di tahun 1966 ia mengulangi prestasi itu. Tahun 1965 ia membawa Liverpool menjuarai Piala FA untuk pertama kalinya.

Shankly tidak lagi membawa Liverpool menjadi juara divisi satu hingga tahun 1973. Namun dalam proses kebangkitan Liverpool ia menanamkan rasa percaya diri yang luar biasa bahwa Liverpool tidak kalah besar dengan klub lain. Bahwa bermain untuk Liverpool adalah sebuah kehormatan. Dan andaipun Liverpool tidak menjadi juara, sangat penting untuk mengalahkan mereka yang dianggap terbesar dan tersukses, bagaimanapun caranya, bermain habis-habisan seolah mati hidup tergantung pada pertandingan itu.

Shankly dengan sengaja menjadikan MU sebagai sasaran. Apalagi ketika mereka di tahun 1968 menjadi klub Inggris pertama yang memenangi Piala Champions. Boleh saja MU waktu itu menganggap dirinya klub tersukses, tetapi bertemu Liverpool mereka tahu reputasi itu tak ada artinya. Pertandingan akan berlangsung seperti pertempuran habis-habisan.

Adalah “kehendak” sejarah bahwa di tahun 1970-an MU dan Liverpool bertukar posisi. Ketika revolusi yang diawali oleh Shankly diteruskan Bob Paisley dan kemudian Joe Fagan – dua asisten pelatih Shankly — membuat Liverpool bukan saja raja Inggris tetapi juga Eropa, nasib MU terpuruk-puruk bahkan sempat terdegradasi ke divisi dua di tahun 1975. Namun perseteruan antara kedua klub sudah terlanjur mapan dan tidak mengendor untuk tidak dikatakan malah makin sengit. Liverpool ganti menjadi klub paling sukses di Inggris tetapi mereka tahu melawan MU adalah persoalan berbeda. MU akan menjadi “Setan Merah” yang sesungguhnya dan Liverpool harus bersiaga tanpa henti.

Sejak pertengahan tahun 60-an itulah pertarungan MU melawan Liverpool menjadi salah satu pertandingan paling sengit dan paling ditunggu publik Inggris, seolah lepas dari konteks keseluruhan kompetisi liga. Kedua klub seperti bertekad, kalaulah tidak menjadi juara maka yang lebih utama bagi MU adalah mengalahkan Liverpool, begitupun sebaliknya.

Kedua klub saling mengukur pencapaian prestasi mereka dari apa yang sudah diraih oleh keduanya. Ingatkah Anda ketika Alex Ferguson untuk pertama kalinya datang ke MU lebih 20 tahun silam? Ketika ditanya wartawan salah satu target utamanya menjadi pelatih di Old Trafford, Ferguson tanpa sungkan menjawab: “Menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris.”

Seperti Shankly di Liverpool, Ferguson melakukan revolusi di MU. Bedanya, Ferguson bukan sekadar memulai revolusi tetapi juga menjaga revolusi itu untuk tidak padam. Ia masih saja menjadi pelatih hingga kini. Ia memegang janjinya untuk menendang Liverpool dari puncak hirarki sepakbola Inggris. Entah untuk berapa lama lagi.

Kedua klub akan bertemu lagi akhir pekan ini. Kedua pendukung klub akan membawa panji-panji prestasi mereka masing-masing: kami lebih banyak memenangkan Piala Eropa dari kalian, Piala FA kami lebih banyak, prestasi kami lebih bergengsi dan lain sebagainya. Tetapi di hati kecil mereka semuanya tahu, catatan prestasi itu tak lebih dekorasi semata. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan.

Pertemuan antara kedua kesebelasan ini ,apapun nama kompetisinya, hanya mempunyai satu konteks: selama 90 menit mana yang lebih hebat, klubmu atau klubku. Peduli amat dengan kompetisi liga, Piala FA, Piala Liga, ataupun Liga Champions. Atau … ya kami peduli, tapi itu urusan nanti.

–> Hehehe…. wuedan! Emang bener banget.

FYI, big match Liverpool VS MU di Anfield, 25 Okt’09, dimenangkan oleh LIPERPUUUUUL…. 2-0. Torres dan Davis Ngog yang bikin goal! Uhuuuy…

Brigade Handjar – Islamic SS Waffen Units

Posted in history on 23/10/2009 by adhythya

Enggak kaget2 amat sih, pas tau ada units muslim di rantai komando Nazi. (Hehehe, entah untuk alasan apa, bangga malah!). Terus kenapa bisa bersekutu gitu, ya?

Eramuslim.com – Dalam mencermati perjalanan sejarah, kita harus menilainya dengan keadaan di masa itu sendiri. Dalam Perang Dunia II, Mufti Palestina AlHusayni bersekutu dengan Nazi, dan kawan baik Adolf Hitler. Mereka saling memanfaatkan. (Sejarah sekarang, dengan berbagai dokumen yang telah dideclassified-kan, telah membongkar fakta jika segala kebuasan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II ternyata didukung penuh dengan dana amat besar dari Rockefeller dan kakek George Walker Bush, dua keluarga berpengaruh Yahudi Dunia. – Ini sih, kayak Yahudi memperalat Hitler untuk membunuh Yahudi juga. Kalo selain faktor ekonomi, khan perang gitu tetep aja ada pabrik2 senjata yang diuntungkan! Emang perang kemerdekaan RI? Itu aja gak gratisan kalee! Dan masalahnya ini Yahudi, orangnya ajaib! Kalo bukan Yahudi… maka hal ini susah dipercaya. )

Di masa Perang Dunia II banyak orang muslim bersekutu dengan Nazi, Jerman, sekitar 5.000 orang Arab, 2.000 Muslim India, 40.000 Muslim Bosnia dan Sandzak, 30.000 Muslim Albania, 75.000 Muslim Kaukasus Utara, 40.000 Muslim Tartar Volga, 180.000 Muslim Turki, 20.000 Muslim Tatar Krim, dan juga 200.000 Muslim Soviet yang bertugas sebagai tenaga pembantu dalam berbagai pekerjaan kasar dalam Wermacht atau angkatan perang Nazi Jerman (baca: Legiun Muslim Hitler; N. Hidayat; Nilia Pustaka, 2007)

Bahkan ada pula orang Indonesia yang menjadi bagian dari tentara Nazi Jerman. Walau sejarah Indonesia tidak banyak membuka diri terhadap jasa Nazi Jerman atas perang kemerdekaan Indonesia, namun jasa pasukannya Adolf Hitler ini bagaimana pun ada. Faktanya, salah satu instruktur pertama badan intelijen resmi Indonesia adalah seorang perwira U-Boat Nazi Jerman yang mendarat di Jawa. Kolonel Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, dilatih olehnya.

Bukan itu saja, di Indonesia pun pernah berdiri Partai Nazi, walau tidak mendapat sambutan meriah kala itu (baca: Orang Nazi dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme; Wilson; Komunitas Bambu, 2008)

Terus kenapa bisa orang Islam bersekutu dengan nazi?

Gini logikanya, dalam Jihad Afghan, para Mujahidin pun juga bersekutu dengan CIA. Bahkan Jamaludin al-Afghani pun ternyata pernah menjadi kaki-tangan dari CIA, seperti halnya Gulbuddin Hekmatyar, Rassul Sayyaf, dan lainnya. Dan seorang Usamah bin Laden pun pernah dipelihara CIA. Ada catatan bahwa eberapa bulan sebelum kejadian 9/11, Usamah sakit dan dirawat di Pakistan. Kepala CIA Timur Jauh dan Kepala Intelijen Pakistan menjenguknya. Ini merupakan salah satu fakta jika peristiwa 9/11-WTC merupakan insider job.

Dan tentang permusuhan Yahudi terhadap umat Islam, itu bersifat abadi hingga akhir zaman. Jadi, bukan karena Muslim Bosnia sekutu Nazi Jerman yang menyebabkan itu, tapi karena Yahudi adalah tentaranya Dajjal dan Muslim adalah tentaranya Muhammad SAW. (Eh, ini beneran dari http://www.eramuslim.com, lho)

Dalam hubungannya dengan Nazi, puluhan ribu Muslim Bosnia direkrut Hitler dan dikelompokkan ke dalam Brigade Handjar atau yang resminya bernama 13. Waffen Gebirgs Division de SS ‘Handschar’ . Ini legiun Muslim Bosnia pertama yang direkrut akhir 1943.

Pada Juli 1944, dibentuk Legiun Muslim Bosnia kedua bernama 23. Waffen Gebirgs Division der SS ‘Kama’ atau Brigade Kama. Kedua legiun atau brigade ini akhirnya digabungkan Himmler menjadi satu kesatuan yakni IX. Waffen-Gebirgs Korps der SS (kroatisches).

Pasukan ini menderita kekalahan mengikuti kekalahan pasukan induknya, Nazi-Jerman, dan menyerah kepada pasukan Inggris di Saint Veit de Glan di Austria, 12 Mei 1945.

Siapakah Imam Al-Husayni? Dia adalah seorang Mufti Besar Palestina sejak 1921 hingga 1948. Keturunan Klan Husayni ini sangat keras menentang rencana perpindahan kaum Yahudi yang terserak di seluruh dunia ke Palestina, sebagaimana mandat dari Kongres Zionis Internasional I di Basel, Swiss, tahun 1897. Sebab itu, Inggris yang mendukung penuh rencana Zionis Yahudi itu memburunya. Pada tahun 1941 Husayni bertemu empat mata dengan Adolf Hitler. Hitler terkagum-kagum padanya.

Seperti yang sudah disinggung banyak literatur. Adolf Hitler dengan keyakinan rasialnya meyakini jika bangsa Aryan merupakan jenis manusia unggul yang berasal dari ras Romawi kuno yang perkasa, tinggi besar, berkulit putih, rambut jagung, dan mata yang biru bersinar. Melihat sosok Husayni yang tinggi besar, berkulit putih, berambut jagung, dengan mata yang biru bercahaya, Hitler terpesona dan menduga kuat jika Husayni masih satu keturunan dengan bangsa Romawi, nenek moyang ras Aryan.

Sebab itu Adolf Hitler sangat menghormati Husayni. Apalagi kepentingan politik keduanya dalam hal permasalahan Yahudi dunia sama. Husayni memusuhi Yahudi karena ingin mempertahankan tanah suci Palestina, sedangkan Hitler memusuhi Yahudi karena dendam sejarah dan juga pandangan politik rasialnya. Maka keduanya pun bersekutu.

Hhhmmm… Ini mungkin jadi salah satu alasan, kenapa terjadi pembunuhan massal etnik, genocide, waktu perang Serbia/Kroasia terhadap orang-orang Bosnia, dan setelah habis2an, baru NATO turun tangan. Dendam, ya?

Lambang Korps, Nazi tidak memperbolehkan memakai lambang kebesaran mereka, Swastika, maka th 1943 lamnbang tangan memegang pedang menjadi lambang korps.

Photo, hak milik The Ruptured Duck

Soldiers of the Handschar division wearing the special collar tab and fez


(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)

A felt fez was used instead of the regular visored caps, a field-grey fez was used with the battle dress and a maroon fez with the dress uniform.

Recruitment Poster

(Courtesy of Daniel)

Soldiers of the Handschar division


(Courtesy of Thomas S)

Soldiers from the Handschar Division on parade

(Courtesy of Die Deutsche Wochenschau/Ivan)

Soldiers of the Handschar division reading antisemitic propaganda


(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)

The Grand Mufti of Jerusalem Amin al Husseini visiting the division 1943

(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)

The Grand Mufti of Jerusalem Amin al Husseini visiting the division 1943

(Courtesy of Bundesarchiv/Wikimedia, licensed under Creative Commons Attribution ShareAlike 3.0 Germany)

Sumber:

http://www.eramuslim.com

http://www.axishistory.com

Published sources used

John R. Angolia – Cloth insignia of the SS

Roger James Bender & Hugh Page Taylor – Uniforms, Organization and History of the Waffen-SS, vol 3

Georges M. Croisier – Waffen-SS (PDF)

Terry Goldsworthy – Valhalla’s Warriors: A history of the Waffen-SS on the Eastern Front 1941-1945

Jill Halcomb & Wilhelm P. B. R. Saris – Headgear of Hitler’s Germany, Vol 2

Dr. K-G Klietmann – Die Waffen-SS: eine Dokumentation

David Littlejohn – Foreign Legions of the Third Reich, vol 3

James Lucas – Hitler’s Mountain Troops: Fighting at the extremes

Antonio J. Munoz – The East came West: Muslim, Hindu and Buddhist Volunteers in the German Armed Forces 1941-1945

Marc J. Rikmenspoel – Waffen-SS Encyclopedia

George H. Stein – The Waffen-SS: Hitler’s Elite Guard at War 1939-1945

Frank Thayer – SS Foreign volunteer collar insignia and their reporductions (in The Military Advisor, Vol 4 No 2)

Gordon Williamson – German Security and Police Soldier 1939-45

Gordon Williamson – The Waffen-SS: 11. to 23. Divisions

Mark C. Yerger – Waffen-SS Commanders: The Army, corps and divisional leaders of a legend (2 vol)

Reference material on this unit

Mirko D. Grmek & Louise L. Lambrichs – Revoltes de villefranche: Mutinerie d’un Bataillon de Waffen-SS Septembre 1943

George Lepre – Himmler’s Bosnian Division: The Waffen-SS Handschar Division 1943-1945

Antonio J. Munoz – The East came West: Muslim, Hindu and Buddhist volunteers in the German Armed Forces

Amandine Rochas – La Handschar: Histoire d’une division de Waffen-SS bosniaque

Killinger & Freund, Futuristic Motorcycle even in this era

Posted in love, oldtimer on 22/10/2009 by adhythya

Killinger & Freund Motorcycle, didirikan sekitar 1935 oleh lima orang insinyur dari Munich, Jerman, yang pengen ngemodif/menyempurnakan motor Megola (ni motor emang aneh dan mantab!), motor dengan penggerak di roda depan. Setelah kerja selama 3 th, hasilnya bener2 ajib! Pake mesin persis seperti Megola 600cc, dengan design lebih simple, apa yaaa…. bukan sekedar sederhana namun ngepas, getchoo, dan hebatnya… bobotnya lebih ringan di banding standar motor 100cc-an di jamannya. Wuedan!!

MHV_Megola_01

MHV Megola 01, 640CC (1921-1925)

DESIGN – The motorcycle featured a three cylinder two-stroke engine built right into the front wheel, transmission and clutch, with more comfortable front and rear suspension. Streamlining was important as aerodynamics was the first priority of the team who wanted all the moving parts covered, dirt and mud protection, and an elegant style. Other priorities were that the motorcycle be multi-cylinder and possess front- wheel-drive. Their design met with success.

AERODYNAMICS & STEERING – The first impressions of the new motorcycle was of a streamlined racing machine with rounded covers for the front and rear wheels, aerodynamically improved fork, frame, and fuel tank all built on a tubular framework covered in sheet metal.

The rear suspension was linked to the lower end of the tubular frame and featured flexible rubber and metal elements that did not require servicing. Steering was much like an ordinary motorcycle but with more vertical telescopic elements than usual, which translated into a wheelbase that wouldn’t change much whenever the front fork dived.

FRONT WHEEL DRIVE, CARBURETOR, IGNITION – The new front-wheel-drive was a vast improvement over the old Megola design. The weight of the engine was lower. The front wheel with integrated engine had a combined weight of 50 kg (110 lb). Additionally, a custom carburetor without a float needle didn’t have the problems caused by vibration. And finally, the light-weight battery ignition allowed trouble-free engine starts and helped to keep the engine weight low. The distributor and the points were located in the hub. The technicians originally intended to build a dynastarter. These improvements would have been impossible to add to the old Megola design.

THE ENGINE, TIMING, CLUTCH & TRANSMISSION – The three cylinder two-stroke engine used a Drehschieber (“rotary valve”, a turning disk, with intake holes for exact timing of the fuel-air mixture intake). The fuel-air mixture was sucked in by the vacuum in the three crankshaft housings as usual. The Drehschieber does the intake timing for all three cylinders. The engine was not a radial engine associated with aircraft and there is no need for a flywheel. All three cranks worked on one common gear. This arrangement and the recoil of the pistons in the turning direction secured a perfect balance of the moving parts. The cylinders were made of KS (Kolbenschmidt) iron cylinder walls and were embedded in the Silumin alloy engine housing. The only things that could be visibly identified as engine parts were the alloy cylinder heads with multiple cooling fins and the exhaust pipes located between the spokes of the cast alloy front wheel. These flat spokes were designed to serve as a functional cooling fan. The two-speed transmission was built as a differential transmission and used slope-meshed gears. The clutch was made of conventional clutch disks. The clutch (with the springs at the outer circle) was located in front of the transmission. The transmission was actuated by foot-operated steel cables. All parts of the engine allowed easy access for service work. After the removal of the engine – only two bolts and some wiring had to be removed – all important parts were within reach.

Killinger & Freund

Killinger & Freund

TIRES, SHOCK ABSORBERS, FUEL & SEAT ADJUSMENT – The tire could also be removed easily. You had to unlock a safety mechanism and then remove the tire completely with the split rim (very similar to the split rim developed by BMW). The front brake was installed in the hub. The rear suspension also had telescopic oil-filled shock absorbers. The gasoline flowed down through flexible hoses. A panel in the frame allowed easy access to the seat springs to adjust the hardness of the seat’s suspension.

Killinger & Freund

Killinger & Freund

OPERATIONAL HISTORY – The Killinger and Freund Motorrad (motorcycle) was test-driven after the engine was tested on a test stand. Its total weight was 135 kg (297 lb).

This design was intended for civilian production but the start of World War II cancelled those plans. One motorcycle was discovered by the US Army in the spring of 1945 at a German military installation but it is not known if this was the original prototype or another Killinger und Freund Motorrad. The disposition of that captured vehicle is not known.

Begitu bohay… bahenol… tapi tetep gahar buat diajak perang. Hehehe, setidaknya perang gengsi, dong!

Kira-kira, sekarang siapa yang punya , ya? ck ck ck…

sumber: http://www.cybermotorcycle.com dan http://en.wikipedia.org

DKW RT125 – The Most Copied Motorcycles Ever

Posted in love, oldtimer with tags on 22/10/2009 by adhythya
DKW125W-autogallery.org.ru

DKW125W-autogallery.org.ru

DKW Reichs Typ 125cc, atau dikenal dengan nama DKW RT125, adalah pengembangan DKW RT100, juga RT3/ RT2,5 tahun 1938 (97cc).

Di perang dunia ke-2, DKW ikut berperang demi Fatherland (btw, kayaknya cuma Jerman ya, yang bilang tanah air tuh, FATHERLAND… Negara lain nyebutnya Motherland, Ibu Pertiwi. Hhmmm…) bersama Wehrmacht, militer Jerman, memproduksi motor kecil untuk keperluan wara-wiri perang. Bukan sebagai motor tempur namun lebih berfungsi sebagai motor komunikasi atau istilah kerennya, kurir.

Ya, dengan berat hanya 68 kg (alumunium block) dan 90 kg (cast iron block), 123cc, 90km/jam, dan buatan Jerman (pastinya…!!), type yang dilansir tahun 1943 ini memang lincah, tahan banting sekaligus bandel. DKW RT125W (W = Wehrmacht)

Sekalahnya Jerman, blueprint DKW RT125, yang tenar disebut UNION di Indonesia, langsung menjadi pampasan berharga bagi para pemenang perang, dan terciptalah “tiruan-tiruan”-nya.

<DKW dari tahun ke tahun> <Spesifikasi DKW RT 125>

HUMMER – Harley Davidson, Amerika

Hummer sebenarnya adalah motor Harley-Davidson, single-cylinder, 2 tak, buatan 1955 – 1959. Namun, sekarang menjadi nama generik untuk seluruh motor single-cylinder, 2 tak, yang diproduksi Harley-DavidsonHowever mulai tahun 1948 – 1966. Hanya awalnya saja harley membuat versi 125cc-an, selanjutnya “Hummer” ber-cc 165-175. Cuma emang namanya Amerika, Hummer dibuat lebih menarik secara tampilannya. Simak di: www.harleyhummer.com dan wikipedia.org/Harley-Davidson_Hummer

BANTAM – BSA, Inggris

Inggris pun tak mau ketinggalan menikmati desain pampasan perangnya. BSA, Birmingham Small Arms Company, mendapat kehormatan untuk membuat BSA Bantam mulai 1948 (125 cc) bahkan terus memproduksinya sampai 1971 (ber-cc 175 cc). Populasi BSA Bantam sangat besar di masanya, terbilang lebih dari 250 ribu, bahkan katanya hingga 500ribu unit di seluruh dunia. BSA Bantam model D1, buatan tahun 1949, adalah tipe paling terkenal dan hanya dijual dalam 1 warna saja, Mistygreen, 123cc. Detail Bantam lainnya, tengok saja di: http://en.wikipedia.org/wiki/BSA_Bantam, dan mistgreen.com

bsa bantam-www.kawasakimotorcycle.org

bsa bantam-www.kawasakimotorcycle.org

M-1A Moskva – USSR

Juga hasil papasan perang dunia ke-2. Rusia mengembangkan DKW, yang dikenal dengan nama MINSK.

Moskva-M1A-1950

Moskva-M1A-1950

http://en.wikipedia.org/wiki/Minsk_(motorcycle)

http://mzmotorcycles.co.nz/mzmotorcycles%20web%20site/MZ%20Web%20Site/History.html

DKW IFA – DDR, Jerman Timur

Walaupun negara “induk”, Rusia, telah membuat tiruannya, Jerman Timur tetap meneruskan pabrikasi DKW dengan seri MZ, yang tenar disebut DKW IFA – Industrieverband Fahrzeugbau (Industrial Association for Vehicle Construction) –

mz_rt125 - 1959

mz_rt125 - 1959

Yamaha_YA-1, Jepang

Hhhmmm… udah nebak, doooong! Mirip, khan dengan DKW Union…. terutama yang DKW RT125 deLux, 1954.

YA-1, 1955

YA-1, 1955

Jadi…. bayangin aja, 5 negara pabrikan terkenal mau2nya bikin motor niru DKW. Motor dengan spec 1 silinder, 2 tax, cungkring…. tapi mantab, pake B. Yaaa, apalagi kalo bukan karena DKW emang TOP!!

Gak salah deh, kalo panjangannya DKW adalah Das Kleine Wunder alias si kecil ajaib!

Truuuung-truuung-trung-trung-trung… Gaspoll, maaaang!!

source: wikipedia.org/RT_125, harleyhummer.com, dll.